Lautku
(By:Natalie)
Kusebut kau sebagai laut, dan aku si pengagum laut itu.
Aku tidak tahu seperti apa jauh di dasar laut nan gelap itu; namun, aku akan selalu menyukaimu dalam setiap diam, dalam setiap teka-teki yang tidak dapat kujelaskan, dan dalam setiap ketidaktahuan orang terhadapmu.
Akan kuceritakan sebagaimana indahmu, di setiap detik dan di setiap kedipan mata yang tak mampu tuk melihat, namun dapat kurasakan.
Ingin diriku dirangkul olehmu, dan disimpan jauh di dasar yang tak pernah diketahui oleh siapa pun. Biarkan aku menyaksikan sebagaimana bising yang kau simpan, sebagaimana sepi yang menghantui, dan sebagaimana luka yang tak dapat pulih.
Karena, aku menyukai sisi gelap yang kau simpan dengan seribu satu senyum palsumu.”

PERAYAAN MATI RASA
𝙰𝚔𝚞 d𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚞𝚗𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚖𝚊𝚝𝚊𝚑𝚊𝚛𝚒.
𝚂𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚝𝚊𝚙 𝚠𝚊𝚓𝚊 𝚔𝚞 𝙳𝚒𝚌𝚎𝚛𝚖𝚒𝚗,
𝙰𝚔𝚞 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚕𝚜𝚞𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚜𝚎𝚍𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚠𝚊𝚓𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚔𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖,
𝚂𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚐𝚎𝚜𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚕𝚜𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚎𝚔𝚜𝚙𝚛𝚎𝚜𝚒 𝚝𝚊𝚔 𝚍𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚔𝚞 𝚝𝚊𝚑𝚊𝚗.
𝚂𝚎𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙼𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚍𝚒𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚢𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚍𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖.
𝚂𝚎𝚔𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚍𝚎𝚖𝚒 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚛𝚒𝚗𝚝𝚒𝚔 𝚝𝚞𝚛𝚞𝚗 𝙼𝚎𝚖𝚋𝚊𝚜𝚊𝚑𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚔𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚑𝚞𝚓𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚛𝚊𝚜 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚐𝚒𝚗 𝙺𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚐,𝚜𝚎𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚝𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝙺𝚎𝚜𝚎𝚍𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚔𝚞.
𝚠𝚊𝚕𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚒𝚝𝚞, 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚞𝚖𝚊 𝙺𝚞𝚕𝚊𝚙𝚒𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚝𝚞, 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚍𝚊𝚛 𝙼𝚎𝚗𝚞𝚝𝚞𝚙𝚒 𝚝𝚊𝚗𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚐𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚖𝚙𝚊 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚞𝚖𝚋𝚞𝚑 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚗𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚒𝚝𝚞 𝚔𝚞 𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐-𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚑𝚊𝚖𝚙𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚔𝚞,
𝙳𝚊𝚗 ,𝚢𝚊𝚑 𝚊𝚑𝚔𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚢𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚙𝚞𝚗 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚝𝚒𝚋𝚊𝚑.
𝓑𝔂: 𝓝𝓪𝓽𝓪𝓵𝓲𝓮.𝓯𝓮𝓶𝔂
