PUISI AYAH, di BALIK JANJI yang Hilang

Ayah, di Balik Janji yang Hilang

Karya : Maria Benedikta Peni

Ayah, kau cahaya di lorong gelap harapanku,
Janji-janjimu bagai jembatan di angan,
Menggenggam erat semangat yang rapuh dan kecil,
Menuntun langkah dalam toga terakhir.

Namun kau hilang seperti angin yang menumbuk daun,
Meninggalkan sepi menari-nari di sela helatan bulan,
Menumpuk kerinduan di jurang rindu dan sepi,
Menatap langit kosong tanpa bayanganmu diri.

Tanganmu yang dulu menuntun, kini hanya bayangan,
Bagai pohon yang meronta di musim tanpa hujan,
Malam pekat menutup jalan janji yang kau ucap,
Aku bertahan, walau luka terbungkus kabut rindu.

Ayah, janjimu kini berubah menjadi debu,
Kupikir kau pelindung, namun kau pergi dalam bisu,
Toga dan gelar menanti di ujung langkahku,
Namun hangatmu lenyap tertutup awan kerinduan.

Dalam sunyi, air mata jatuh,
Suara hatiku merintih dalam diam,
Bersama hati yang patah tanpa suara.

Ayah ku harap kau tahu aku masih menanti

Dalam dian, mimpiku tetap hidup walau tanpa hadirmu

oppo 1072

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *