Karya : Petrus Laga (XA)
Pada hari Sabtu, Joni pulang dari sekolah. Namun, dalam perjalanan tiba-tiba hujan turun begitu deras. Meskipun tidak ada tempat untuk berteduh Joni sangat berani untuk menerobos hujan yang sangat deras. Tapi dalam perjalanan sepatu Joni robek. Joni pun langusng membuka sepatunya dan memutuskan untuk berjalan tanpa sepatu. Setibanya di rumah, Joni pun langsung mengadu ke ibunya katanya, “Ibu, bolehkah Ibu membelikan saya sepatu baru” Ibunya langsung memberikan ekspresi yang sangat sedih. Agar anaknya tidak merasa sedih, ibunya langsung menganggukan kepala. Joni pun merasa sangat bahagia dan langsung memeluk ibunya.
Pada malam hari, Joni melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu belajar. Setelah selesai belajar, ia langsung bergegas tidur. Saat itulah ibunya pun perlahan mengambil sepatu Joni dan menjahit sepatu Joni yang robek. Pada pagi hari, Joni bangun dari tidurnya dan melihat sepatunya sudah rapi dan tidak robek. Saat itu, Joni langsung melonjak kegirangan. Meskipun masih terliat bekas tambalan pada sepatunya, tapi ia sangat senang. Joni pun langsung beranjak keluar dari kamarnya kemudian mencari ibunya dan langsung memeluk ibunya dan berterima kasih kepadanya. Meskipun masih kelihatan bekas tambalan, tapi aku sangat bersyukur karena ibu masih mengasihi yang terbaik.
